Buku Cerita Anak Sebagai Media Belajar

Hai, Sobat Perpuskita!

Pernahkah kita memperhatikan antusiasme anak saat membaca buku cerita? Atau saat mendengarkan sebuah cerita? Anak-anak terlihat sangat menikmati dan mudah memahami cerita yang dia baca atau dia dengar. Alur cerita serta bahasa yang sederhana dan konkret dalam buku cerita anak memudahkan anak dalam memahami sebuah buku. Ditambah gambar yang menarik menambah daya tarik anak untuk membacanya. Hal ini dapat kita manfaatkan sebagai salah satu ide media belajar di sekolah.

Secara umum, media berarti alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Dalam konteks kegiatan belajar mengajar di sekolah, media belajar berarti alat yang digunakan untuk menyajikan materi pelajaran kepada siswa, sehingga informasi dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Selain itu, menurut Latuheru, media belajar juga dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap materi yang disajikan. Oleh karena itu, penting menerapkan media belajar saat proses belajar mengajar.

 Banyak sekali ragam media pembelajaran. Di antaranya media berupa audio, visual, audia visual, fotografi, serta media serbaneka lainnya. Media serbaneka bisa disesuaikan dengan sumber daya yang ada di sekitar lingkungan sekolah. Salah satu contohnya adalah buku cerita anak. Lalu, Apa saja yang perlu kita perhatikan saat akan menggunakan buku cerita anak sebagai media belajar?

1. Siapkan Buku yang Sesuai

Dalam memilih buku cerita kita harus memperhatikan tema buku, jenis, dan jenjang buku. Memilih tema buku merupakan langkah awal yang penting. Tema buku kita pilih sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Hal berikutnya yang perlu kita perhatikan adalah jenis dan jenjang buku. Ada banyak jenis buku cerita anak di antaranya board book, picture book, hingga illustrated book.

Buku juga diatur berdasarkan perjenjangan buku. Setiap jenis buku memiliki sasaran pembaca yang berbeda-beda. Oleh karena itu, hendaknya kita pilih buku yang sesuai dengan kemampuan membaca anak didik kita. Dengan demikian anak akan dengan mudah memahami isi dan pesan dalam cerita tersebut. Kabar baiknya sasaran pembaca ini biasanya sudah dituliskan pada keterangan buku sehingga memudahkan kita dalam menentukan buku cerita anak yang akan digunakan sebagai media belajar.

2. Pilih Metode yang Sesuai

Beragam metode dapat kita terapkan saat menggunakan buku cerita sebagai media belajar. Kita dapat mengembangkan dan menyesuaikan metode sesuai dengan situasi kelas dan kondisi peserta didik. Di antara metode yang bisa kita terapkan adalah dengan membacakan buku cerita maupun memberikan kesempatan pada siswa untuk membaca buku secara mandiri. Kita dapat menggunakan teknik membaca nyaring saat membacakan buku cerita di depan kelas.

 Nah, Sobat Perpuskita, sudah siap menciptakan suasana belajar mengajar yang seru dan menyenangkan?

Artikel Terkait

Panduan Fitur Terbaru PerpusKita

Pendidikan Asrama: Memupuk Kemandirian dan Disiplin dalam Pelatihan Karakter Anak

Pendidikan asrama merupakan sebuah metode pendidikan di mana siswa tinggal di sekolah atau tempat yang telah d...

Bagus Prasojo 18 Jul 2026
Panduan Fitur Terbaru PerpusKita

Resensi Buku Habibie: Totalitas Sang Teknosof

Pada tanggal 11 September 2019 lalu, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, B. J. Habibie. Pak Habibie, yang...

Achmad Haikal Kurniawan 27 Jun 2026
Panduan Fitur Terbaru PerpusKita

Pentingnya Mendorong Siswa untuk Mengambil Risiko dan Belajar dari Kegagalan

Kegagalan adalah bagian alami dari kehidupan yang tidak dapat dihindari, siapa pun kita, termasuk juga apra siswa. Baik...

Achmad Haikal Kurniawan 22 Apr 2024
Panduan Fitur Terbaru PerpusKita

Merayakan Karya Sastra Indonesia dalam Pembelajaran

Indonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman budaya dan tradisi. Hal ini tercermin dalam berbagai bentuk sastra...

Achmad Haikal Kurniawan 01 Apr 2024