Mengenal Gaya Belajar Anak

Anak-anak adalah pribadi yang unik. Meskipun pada tahap perkembangannya terdapat beberapa kesamaan, tetapi mereka memiliki ciri khas tersendiri. Keunikan ini tercermin dari fisik, minat, dan bakatnya. Sebagai contoh, anak kembar yang identik secara fisik, pada kenyataannya memiliki minat dan bakat yang berbeda. Pada usia sekolah, anak-anak akan belajar untuk mengeksplorasi cara belajar sesuai dengan dirinya. Inilah yang disebut dengan gaya belajar anak.

Cara belajar atau yang lebih dikenal dengan gaya belajar ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam menerima hasil belajar untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Menurut De Porter dan Hernacki (2003), gaya belajar merupakan kombinasi dari bagaimana seseorang menyerap dan kemudian mengatur serta mengolah informasi.

Karena setiap anak memiliki cara-cara yang beragam dalam belajar, maka sangat penting bagi para pendidik untuk mengenali gaya belajar anak didiknya. Hal ini sangat berkaitan dengan pendekatan atau penyampaian materi agar dapat diserap dengan baik. Pada dasarnya gaya belajar dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

1. Visual

Anak dengan gaya visual akan lebih mudah belajar dengan cara melihat langsung dan mengolah informasi yang disampaikan secara keseluruhan. Mereka akan cepat bosan dan kehilangan konsentrasi apabila hanya mendengarkan penjelasan saja. Sehingga diperlukan informasi tambahan seperti gambar, video, atau infografis untuk membantu pemahaman mereka. Beberapa ciri anak dengan kemampuan secara visual adalah:

  1. Memiliki koordinasi tangan dan mata yang baik.
  2. Kemampuan menggambar yang menonjol.
  3. Pembaca yang tekun.
  4. Lebih mudah mengingat simbol seperti warna, gerak, atau bentuk.
  5. Suka mencoret-coret saat mendengarkan.

Menggunakan mind mapping bisa jadi cara yang efektif untuk proses belajar yang lebih efektif. Karena dalam membuat mind mapping ini anak diajarkan untuk mengolah bagan, membuat gambar, dan mencatatnya dengan berbagai warna.

Baca Juga:  Baca, Klik, Pahami: Pengalaman Interaktif di Perpustakaan Digital Kabupaten Bandung

2. Auditori

Merupakan gaya dalam belajar di mana kemampuan mendengar sangat menonjol. Anak dengan gaya auditori lebih mudah mencerna sebuah informasi dengan mendengarkan. Mereka dapat mencerna tinggi-rendahnya suara beserta kecepatannya dengan sangat baik. Sehingga mereka dapat menghafal lebih cepat melalui membaca teks dengan suara yang keras. Ciri-ciri anak auditori seperti:

  1. Suka membaca dengan suara keras dan mendengarkan.
  2. Konsentrasi mudah terganggu jika ada keributan.
  3. Senang berbicara dan bahkan menjadi pembicara yang baik.
  4. Mahir dalam memahami sebuah instruksi.

Adapun strategi belajar yang dapat diterapkan adalah dengan:

  • Mengajak anak untuk mendiskusikan ide atau topik tertentu secara verbal.
  • Mendorong mereka untuk membaca teks dengan keras atau merekam materi pelajaran.
  • Memberikan kesempatan pada anak untuk merekam pelajaran dan mendengarkannya kembali.

3. Kinestetik

Anak dengan gaya kinestetik biasanya melibatkan seluruh panca indranya dalam proses pembelajaran. Mereka akan belajar melalui gerakan, menyentuh, dan menggerakkan semua anggota badannya. Karena mempunyai aktivitas eksplorasi yang sangat tinggi sehingga sulit untuk bisa duduk tenang. Adapun ciri gaya belajar kinestetik ini:

  1. Belajar melalui gerakan.
  2. Lebih cepat menghafal dengan melihat dan berjalan.
  3. Memiliki kesulitan dalam hal menulis, tapi mahir dalam bercerita.
  4. Menikmati permainan yang sangat energik.
  5. Kesulitan mengingat letak geografis.

Anak dengan gaya kinestetik seringkali dicap sebagai anak yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Untuk membantu anak lebih fokus, berikan jeda agar anak bisa beraktivitas. Beberapa trik yang dapat diterapkan untuk gaya belajar kinestetik ini:

  • Mendorong anak untuk belajar melalui praktik.
  • Menggunakan kartu atau gim untuk pelajaran seperti bahasa Inggris agar belajar menjadi lebih interaktif.
  • Mengajak anak untuk mengeksplorasi lingkungan sambil belajar.
  • Menandai kata kunci dalam bacaan dengan warna terang.
Baca Juga:  Menggali Potensi Siswa Melalui Proyek-Proyek Kolaboratif: Kontribusi Guru dalam Kurikulum Merdeka

4. Gaya Belajar Kombinasi

Dalam hal ini anak memiliki lebih dari satu gaya dalam belajar. Misalnya, anak akan lebih mudah mengolah informasi jika dia menulis kemudian membacanya keras-keras, yang merupakan gabungan antara kinestetik dengan audio.

Dengan mengetahui gaya belajar anak, maka baik pendidik atau orang tua dapat memberikan pendekatan yang tepat. Penerapan strategi yang sesuai dengan masing-masing gaya belajar akan mendorong kemampuan anak untuk berkembang dengan lebih baik. Sehingga prestasi anak dapat dicapai dengan optimal.

Bagikan artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tentang Penulis