Serba-Serbi Persiapan KKN Mahasiswa

Pada tingkatan perguruan tinggi terkhusus jenjang S1, mahasiswa biasanya akan melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN menjadi bagian dari sub Tri Darma Perguruan Tinggi pada sisi pengabdian yang perlu dilaksanakan oleh kampus melalui penerjunan mahasiswa. Perguruan tinggi selayaknya perlu menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi tersebut secara komprehensif baik dalam bentuk aktivitas pendidikan, penelitian, hingga pengabdian.

Bisa dikatakan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan aktivitas miniatur kehidupan di masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Ya, diharapkan ketika mahasiswa telah lulus mereka dapat menjadi agent of change di lingkungan sekitar terdekatnya. Untuk itu perlu kiranya kegiatan ini dilaksanakan secara optimal. Berikut ini beberapa tahapan penting yang perlu dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas Kuliah Kerja Nyata.

Tahap Pertama Yaitu Persiapan

Persiapam merupakan tahapan utama yang perlu dilakukan mahasiswa sebelum melaksanakan KKN. Persiapan sangatlah penting karena akan membantu proses kelancaran KKN ke depannya. Di antara beberapa persiapan KKN Mahasiswa antara lain:

Persiapan Lokasi

Sebelum melaksanakan kegiatan KKN tentu mahasiswa perlu menentukan lokasi kegiatannya terlebih dahulu. Lokasi tersebut biasanya ditentukan oleh pihak kampus. Pada umumnya terdapat dua model KKN yaitu reguler dan mandiri. Untuk skema reguler biasanya area atau daerah yang dituju kegiatan tersebut ditentukan mutlak oleh kampus. Sedangkan untuk KKN mandiri biasanya kampus akan membuka pendaftaran kemudian melakukan seleksi mahasiswa. Mahasiswa yang telah lolos seleksi akan melaksanakan kegiatan tersebut di lokasi yang sesuai dengan apa yang telah diajukan mahasiswa.

Baca juga: Menggali Cita-Cita Anak: Peran Bijak Orang Tua Dalam Membimbing Pendidikan

Selain dari sisi teknis pemilihan lokasi melalui sistem kebijakan kampus, maka sekiranya KKN mandiri mahasiswa perlu mempertimbangkan beberapa hal. Dalam menentukan lokasi perlu melihat potensi daerah yang dapat dikembangkan. Setiap daerah tentu memiliki potensi yang berbeda maka mahasiswa perlu memetakannya. Selanjutnya perlu memperhatikan respons warga masyarakat di area lokasi tersebut. Hal ini dapat diamati ketika melaksanakan survei awal di lokasi. Apabila perangkat desa dan warga sekitar terlihat ramah serta antusias menerima mahasiswa maka sangat dimungkinkan pelaksanaan KKN di tempat tersebut dijalankan.

Baca Juga:  10 Destinasi Wisata di Singapura yang Wajib Dikunjung

Persiapan Anggaran atau Biaya

Dalam pelaksanaan KKN tentu membutuhkan biaya. Secara umum biaya dapat dipetakan dalam dua hal, biaya personal dan biaya kelompok. Untuk persiapan biaya personal, mahasiswa perlu menyiapkan diri sedari awal sebelum melaksanakan KKN. Untuk mendapatkan biaya ini, mahasiswa dapat mengambil tabungan selama semester-semester sebelumnya. Bisa juga dengan melakukan usaha sambilan melalui berjualan online maupun offline. Untuk produknya bisa didapatkan dengan skema distributor, reseller, agen, atau bahkan sistem produksi sendiri.

Baca juga: Pentingnya Melestarikan Kebudayaan Daerah Kepada Para Siswa di Sekolah

Biaya kelompok merupakan biaya yang terkait dengan kebutuhan kelompok. Oleh karena itu, dalam memenuhi biaya tersebut butuh yang namanya kerja sama. Untuk pencarian dana dapat dilakukan dengan beragam cara, antara lain membuat dan mengedarkan proposal kegiatan. Perlu diperhatikan juga bahwa proposalnya perlu dibuat semenarik dan sejelas mungkin.

Proposal tersebut setidaknya memuat beberapa poin, antara lain latar belakang/pendahuluan, timeline kegiatan, dan penjelasan program yang akan dilaksanakan di lokasi. Selain itu, poin lain yang juga tidak kalah penting dan harus ditulis adalah rincian anggaran untuk kegiatannya. Perlu juga dijelaskan benefit atau manfaat kegiatan KKN tersebut bagi para sponsor yang telah mendukung secara financial, produk, atau lainnya.

Persiapan Program Kegiatan

Persiapan yang perlu diperhatikan selanjutnya dalam menentukan kegiatan KKN adalah program yang nantinya akan diselenggarakan. Penentuan kegiatan perlu mempertimbangkan SDM mahasiswa dan partisipasi masyarakat sekitar. Selain itu perlu pula melihat potensi daerah yang dapat dioptimalkan.

Program-program biasanya tak terlepas dari program sosial maupun pendidikan. Untuk pendidikan bisa saja dengan mengadakan kegiatan literasi di sekolah atau pengenalan literasi digital dengan menggunakan aplikasi PerpusKita. Kegiatan menulis bisa dilaksanakan dengan menulis fiksi maupun catatan kehidupan seperti memoar. Memoar merupakan salah satu tulisan sederhana mengenai pengalaman-pengalaman unik yang pernah dialami penulisnya.

Baca Juga:  Pentingnya Memfasilitasi Usaha Siswa di Sekolah

Baca juga: Memanfaatkan Teknologi Digital Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup

Tahap Kedua Pelaksanaan KKN

Dalam tahap pelaksanaan ini, hal yang paling penting diperhatikan adalah komunikasi antarteman maupun dengan warga sekitar. Ketika komunikasi telah terjalin dengan baik, maka melaksanakan beragam program yang telah dirancang akan menjadi lebih optimal.

Tahap Ketiga Penutup (Penyusunan Laporan KKN)

Laporan KKN setidaknya memiliki susunan penjabaran lokasi, program kegiatan, hingga proses pelaksanaan program tersebut. Agar laporan dapat tersusun dengan rapi dan disertai beberapa buktinya, maka proses KKN membutuhkan dokumentasi. Selain itu perlu juga notulensi dari setiap kegiatan yang diselenggarakan di lokasi. Tujuan notulensi tersebut adalah memudahkan mahasiswa dalam menyusun laporan tersebut. Selain itu laporan yang baik dapat digunakan untuk evaluasi, refleksi, dan perbaikan bagi pihak kampus, mahasiswa, maupun pengembangan lingkungan sekitar KKN.

Bagikan artikel ini

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tentang Penulis